Syntax Imperatif  : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan

p-ISSN: 2721-2491 e-ISSN: 2721-2246

Vol. 1, No. 2 April 2020

 


METODE FULL COSTING UNTUK MENGHITUNG HARGA POKOK PRODUKSI BATU ALAM PADA CV. LINSTONE INDUSTRI DUA SAUDARA

 

Triani Patra Pertiwi

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cirebon

Email : trianipatrapertiwi@gmail.com

 

Abstrak

Penelitian ini diadakan supaya dapat memahami Harga Pokok Produksi batu alam bobos pada CV. Linstone Industri dua saudara, pada penentuan harga pokok produksi dipenelitian ini memakai  metode full costing karena metode full costing mencakup seluruh komponen biaya yang diperhhitungkan dalam proses penentuan harga pokok produksi sehingga diperoleh hasil yang akurat dalam perhitungan harga pokok produksi, sedangkan metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Kuantitatif, teknik pengumpulan data dengan wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi dari sumber data data biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan data biaya overhead pabrik, sehingga mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan penelitian. Sebelum diadakannya penelitian ini CV. Linstone industry dua saudara menetapkan harga jual mengikuti harga pasar yaitu Rp. 60.000.-/m2 dengan tidak menghitung biaya-biaya yang dikeluarkan ketika proses produksi. Setelah melakukan analisis dan memperhitungkan biaya bahan baku Rp. 146.250.000, biaya tenaga kerja langsung Rp. 60.300.000 dan biaya overhead pabrik Rp. 547.044.000. Perhitungan harga pokok produksi batu alam bobos menggunakan metode full costingadalah Rp. 79.627.-/m2.

 

Kata kunci : Harga Pokok Produksi, Full Costing

 

Pendahuluan


Pada saat ini perkembangan pasar global menjadi tepat agar mencapai tujuan perusahaan. Strategi yang dapat penyebab semakin tingginya tingkat persaingan antara dilakukan salah satunya adalah melakukan efesiensi biaya, perusahaan, baik dalam usaha industri, jasa maupun efesiensi perusahaan bisa dilakukan dengan menetapkan harga jual yang pas, perdagangan. Pengaruhnya banyak perusaan baru yang sejenis, karna apabila harga jual yang ditetapkan terlalu tinggi berakibat ini menjadi tantangan untuk para pelaku usaha bagaimana cara produk kurang bersaing dipasar, sementara jika menetapkan agar kegiatan usahanya tersebut tetap berjalan dengan kata lain harga jual terlalu rendah tidak akan memberikan laba yang tidak merugi apalagi sampai menutup usahanya. Dengan semakin diharapkan oleh perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan tidak tingginya tingkat persaingan para pelaku usaha harus lebih cerdas bisa menentukan harga jual pada produknya dengan perkiraan manajemen perusahaan industri, dengan meliputi bahan saja apalagi menentukan harga dengan asal mengikuti harga tetap, biaya pekerja (tenaga kerja langsung), dan biaya overhead pabrik, dipasaran.  penyimpanan serta penjualan produk jadi antisipasi berbagai barang yang bermutu tinggi dan harganya relative murah.

Untuk menentukan harga jual kompetitif, kemungkinan yang dapat mempengaruhi perkembangan perusahaan perlu memperhitungkan harga utama produksi dengan usahanya. Terlebih lagi para konsumen semakin selektif memilih menggambarkanrincian biaya yang ditujukan kepada produk yang dihasilkan. Yang di keluarkan ketika proses suatu produksi. Memperhitungkan harga pokok produksi salah satu unsurterpenting dalam menetapkan harga jual yang layak dan kompetitif walaupun biaya pokok produksi bukanlah satu-satunya cara menentukan harga jual, akan tetapi jika suatu produk harga jualnya dibawah harga pokok produksi maka perusahaan dapat mengalami kerugian. Untuk mengetahui biayabiaya apa saja yang telah dikorbankan dalam proses produksi kita memerlukan informasi akuntansi biaya dari perusahaan tersebut, dari sinilah kita mengetahui bahwa menejemen akuntansi dalam suatu perusahaan sangatlah dibutuhkan. Akuntansi modal bisa dijadikan alat pendukung perusahaan yang mampu menghimpun, mengolah dan memberikan informasi relevan dan akurat.

Harga pokok produksi adalah hitungan jumlah keringat sumber ekonomi yang dinilai dengan mata uang dalam pengolahan bahan baku produksi menjadi produk jadi siap jual. Adapun cara untuk mengetahui hitunganbiaya pokok produksi perusahaan dapat memakai dua metode yaitu Full Costing dan Variabel Costing.  Dalam método Full Costing semua biaya produksi diperhitungkan, variable maupun yang bersifat tetap. Sedangkan dalam metode Variable Costing biaya produksi yang diperhitungkan hanya sebatas yang bersifat variabel saja. Hitungan biaya pokok produksi pada suatu perusahaan bertujuan untuk menetapkan biaya jual produk karna biaya jual yang ditujukan kepada pemesan ditentukan oleh besarnya biaya produksi yang dikeluarkan ketika proses produksi, membantu perusahaan untuk mencapai lava yang ditargetkan dan memperhitungkan biaya ketika proses produksi. Harga pokok produksi harga untuk mendapatkan barang yang siap jual bermanfaat dalam menentukan harga produk, keputusan apakah akan membuat komponen atau membeli dari pihak lain dan memungkinkan manajer mengelola operasi secara efektif dan efisien (Kusmanto, Redantan, & Afma, 2015)

CV. Linstone Industri Dua Saudara adalah suatu perusahaan yang concern dalam bidang industri penghasil batu alam. Perusahaan ini terletak di Desa Bobos Kabupaten Cirebon berdiri pada tahun 1990 dan memiliki 9 karyawan tetap. Banyak macammacam batu alam yang diproduksi diantaranya Batu Endesit macamnya (Cibereum, Mancri, Buligir, Cipanca dan GH), Batu Bobos macamnya (Palam dan Putih) dan Batu Palimanan macamnya (Palam dan putih). Desa bobos yang lokasinya dibawah pegunungan batu sehingga melimpahnya bahan baku bisa dijadikan usaha menjanjikan, akhirnya banyak mansyarakat sekitar yang memanfaatkannya. Untuk mensiasati daya saing yang semakin ketat perusahaan berinisiatif untuk menipiskan ketebalan batu pada awalnya 3cm menjadi 1,5cm tetapi tetap menjaga kualitas produk yang  mana diperusahaan lain bisa memproduski dengan ketebalan 1,2cm dengan menetapkan harga yang standar pasar, perusahaan menetapkan harga standar pasar karna harga penjualan yang terlalu mahal dikhawatirkan akan menerunkan daya beli konsumen. Disinilah permasalah yang ada diperusaan ini menentukan harga dengan hanya mengikuti harga pasar, perusahaan tidak memakai sistem akuntansi biaya berdasarkan estimasi biaya-biaya yang dikorbankan dan tidak memanfaatkan informasi biaya yang ada sehinggak tidak adanya harga pokok produksi dan harga jualpun tidak sesuai, sehingga adanya ketidak akurat dalam membuat laporan akuntansibiaya produksi. Perusahaan ini juga belum memanfaatkan ilmu akuntansi, padahal akuntansi modal usahapada perusahaan manufaktur sangantlah dibutuhkan yang menghasilkan informasi mengenaibiaya modal usaha untuk kepentingan manajemen dalam kegiatan industry, seperti bahan baku, biaya pekerja, biaya overhead pabrik, serta biaya resiko  dan penjualan barang produksi.

Harga jual merupakan hasil penjumlahan dari biaya yang telah dikorbankan selama produksi ditambah keuntungan yang diinginkan. Untuk menentukan harga dagang yang pas, harus mengetahui terlebih dahulu jumlah biaya produksi yang dikeluarkan. Perhitungan biaya produksi yang dilakukan adalah harga pokok bahan baku produksi, biaya tambahan dan pekerja, dan biaya overhead pabrik yang dipakai selama produksi. Dalam memperhitungkan seluruh komponen biaya ke biaya produksi, terdapat 2 pendekatan: full costing dan variable costing. Full costing merupakan metode penetapanbiaya modal dengan memperhitungkan semua unsur biaya kedalam biaya produksi, seperti; biaya bahan baku, biaya upah pekerja, dan biaya overhead pabrik, berbentuk variable maupun tetap. Adapun Variable costing ialah suatu método penentuan biaya modal yang berfokus pada peerhitungan biaya modal secaravariable ke dalam biaya produksi (modal), yang meliputi biaya bahan baku, biaya upah pekerja, dan biaya overhead pabrik variable (Mulyadi., 2015).

Penelitian terdahulu dalam jurnal yang berjudul Penentuan Harga Pokok Produksi Kerupuk Lebar Barokah Dengan Metode Full Costing, meyimpulkan bahwa dari hasil penelitian dan analisisnya, pembahasan mengenai perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan pada usaha home industry kerupuk lebar barokah ialah dengan menghitung semua biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi. Adapun harga yang dibebankan pada produksi kerupuk lebar barokah adalah harga bahan baku, harga upah pekerja, dan harga overhead pabrik. Hasil perhitungan modal biaya produksi dengan menggunakan metode full costing adalah Rp. 2.294.-/bungkus.Sementara menurut pemilik harga pokok produksi sebesar Rp. 2.000.-/bungkus dan perhitungan dengan metode sederhana perusahaan harga pokok produksi sebesar Rp. 1.981.-/bungkus (Kusmanto et al., 2015)

Berdasarkan uraian diatas, untuk mengatasi ketidak akuratan Usaha di CV. Linstone Industri Dua Bersaudara dalam melakukan kegiatan akuntansi perhitungan harga modal usaha, maka diperlukan system/metode yang baik dalam laporan akuntansi biaya produksi dimana system tersebut mampu merefleksikan konsumsi sumber daya dalam aktivitas produksinya sehingga system perhitungan biaya produksi menjadi lebih terperinci dan akurat. Metode yang digunakan dalam menghitung biaya produksi tersebut adalah metode full costing dan variable costing. Dengan menerapkan salah satu metode ini di harapkan akan membantu usaha tersebut, dengan demikian penulis merasa perlu untuk melakukan penelitian dengan judulMetode Full Costing Untuk Menentukan Harga Pokok Produksi Pada CV. Linstone Industri Dua Saudara”.

 

Metode Penelitian

Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan metode deskriptif kuantitatif untuk mengolah data-data yang diperoleh dari lokasi penelitian, berbentuk angka atau data kuantitatif yang diangkat.Pendekatan kuantitatif yaitu pengumpulan data atau informasi yang mengacu pada realitas masalah dengan pembuktian konsep atau teori yang digunakan (Tarsito, 2014).

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi.

 

Hasil dan Pembahasan

Penghitung harga pokok produksi batu alam bobos dengan menjumlahkan semua biaya yang dibebankan dalam kegiatan produksi baik biaya tetap maupun biaya variable, yang terdiri dari: Harga bahan baku, biaya upah pekerja, biaya overhead pabrik variable dan tetap, dibagi dengan jumlah produksi yang dihasilkan. Serta penghitung disamakan penyebut dengan nilai penghitung pertahun

1.      Biaya bahan baku

Biaya bahan baku dalam penghitungan ini didasarkan atas wawancara dan penelitian yaitu satu kali proses produksi yang dilakukan satu minggu produksi. Total biaya bahan baku selama satu tahun sebesar Rp. 146.250.000.

2.      Biaya Upah Pekerja Tetap

Biaya upah pekeja tetap tenaga dihitung dari upah tenaga kerja per bulan selama satu tahun. Penghitung jumlah total biaya tenaga kerja tetap sebesar Rp. 60.300.000.

3.      Biaya Overhead pabrik variable 

Biayaoverhead pabrik variable batu alam bobos berupa tenaga tambahan dan over time sampai saat ini tidak ada, sehingga biaya tersebut sejumlah Rp. 04.Biaya Overhead pabrik tetap Biaya overhead pabrik tetap batu alam bobos terdiri dari:

4.      Biaya bahan penolong/bahan tambahan

Biaya bahan penolong batu alam bobos dihitung dalam satu minggu produksi per minggu selama satu tahun. Total jumlah biaya bahan tambahan produksi batu alam bobos selama satu tahun sebesar Rp. 382.044.000 

5.      Biaya pembayaran listrik dan tenaga kerja sampingan.

Biaya pembayaran listrik dan upah tenaga kerja sampingan usaha batu alam bobos dihitung selama satu tahun, total jumlah biaya pembayaran listrik dan upah tenaga kerjasampingan sebesar Rp. Rp. 135.000.000

6.      Biaya beban depresiasi peralatan

Biaya depresiasi peralatan usaha batu alam bobos pertahun dianggarkan sebesar Rp. 30.000.000

7.      Jumlah produksi batu alam bobos

Jumlah produksi batu alam bobos yang dipasarkan setiap satu kali produksi sebanyak 62m2 dalam waktu satu minggu 186m2. Satu tahun sama dengan 52 minggu. Jadi produksi  batu alam bobos yang dihasilkan selama satu tahun adalam 182m2 dikali 52 sama dengan 9.464m2. 

8.      Penghitungan biaya modal metode perusahaan

Menurut manager CV. Linstone Industri dua saudara tidak pernah menghitung biaya modal produksi dalam menentukan harga dagang hanya dengan mengikuti harga pasaran saja yaitu per 1m2 dijual dengan harga Rp. 60.000 

9.      Penghitungan biaya modal produksi metodefull costing

Penghitungan biaya modal produksi batu alam bobos dengan metode full costing:

 

Tabel 1 Harga pokok produksi batu alama bobos dengan metode full costing

Hasil penghitungan harga pokok produksi Batu alam bobos menggunakan metode full costing: Rp. 79.627.-/m2.

 

Kesimpulan

Manfaat laporan akuntansi biaya modal produksi dengan metode full costing produksi batu alam bobos pada CV. Linstone Industri dua saudara yaitu dapat menentukan harga jual dengan telah membebankan biaya yang telah dipakai selama proses produksi.

Sebelum menghitung harga pokok produksi metode full costing telah diperoleh perhitungkan biaya bahan baku Rp. 146.250.000 /tahun, biaya upah pekerja tetap Rp. 60.300.000 /tahun, biaya overhead pabrik variable Rp. 0, biaya overhead pabrik tetap Rp. 547.044.000 /tahun.Menghasilkan harga pokok produksi metode full costing produksi batu alam bobos Rp. 79.627 /m2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Devananta, W. A. (2017). Analisis Biay Dalam Menentukan Harga Pokok Produksi Gula Pada Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Astanu Tahun 2016. Kediri.

 

Gunawan, Kurnia, S., & Hasibuan, M. S. (2016). Analisis Perhitungan HPP Menentukan Harga Penjualan Yang Terbaik Untuk UKM, 11.

 

Kusmanto, Redantan, D., & Afma, V. M. (2015). Penentuan Harga Pokok Produksi Kerupuk Lebar Barokah Dengan Metode Full Costing.

 

Moray, J. C., Saerang, D. P., & Runtu, T. (2014).Penetapan  Harga Jual Dengan Cost Plus Princing Menggunakan Pendekatan Full Costing Pada UD Gladys Bakery.

 

Mulyadi. (2015). Akuntansi Biaya. 7.

 

Nasehuddien, T. S., & Manfaat, B. (2015). Dasar-dasar Metodologi Penelitian.

 

Nasehuddien, T. S., & Manfaat, B. (2015). Dasar-Dasat Metodologi Penelitian.

 

Nwinee, K., Akpos, V. E., Vincebnt G., N., & Ibinabo, T. W. (2016).Impact Of Accounting  Information System On Organizational Effectiveness: A Study Of Selected Small And Medium Scale Enterprises In Woji Portharcourt

 

Sujarweni, V. W. (2015). Akuntansi Biaya Teori dan Penerapannya . 7.

 

Tomahayu, T., & Tinangon, J. J. (2014). Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Terhadap Laba Kotor Pada Usaha Peternakan Ayam CV. Kharis Di Kota Bandung.