ETIKA MENCARI ILMU DALAM PRESFEKTIF PEMIKIRAN SYEKH NAWAWI AL-BANTANI

  • Dadang Ahmad Sujatnika STAI Nurul Hidayah Malingping Lebak Banten

Abstract

Etika mencari ilmu adalah tentang tingkah laku manusia yang berupa sikap, perbuatan atau lainnya yang bersumber dari pola pikir manusia yang bertujuan untuk mengetahui sesuatu yang sesuai dengan keadaan sebenarnya dengan ilmu tertentu. Dalam kitab washoyaa tentang etika mencari ilmu memiliki pemikiran yang lebih jelas dan detail. Mulai dari bagaimana berperilaku baik terhadap pendidik dan sesama teman dalam mencari ilmu. etika mencari ilmu dalam Kitab Salaiul Fudhola menjadi serius meliputi belajar dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat, memanfaatkan waktu terbaik, dalam membaca dan memahami pelajaran yang sudah dibahas oleh guru maupun yang belum dibahas, Tak hanya merasa bebas untuk bertanya dan berdiskusi dengan teman, jangan pindah ke masalah lain, sebelum menyelesaikan masalah terlebih dahulu dan dapat memahaminya dengan baik, patuh dan patuh kepada guru, tidak bertengkar dengan teman, tidak berbicara sendiri dengan teman, serius dalam mendengarkan untuk informasi dari guru dan tidak berpikiran kosong (santun), santun kepada guru, saling mengingatkan dengan teman, tawadlu (rendah hati) dan akhlak yang baik, jauh dari sifat takabbur dan akhlak tercela, mencari kesenangan guru dan meminta doa untuk guru, munajat (dialog) dan tawakal (berserah diri) kepada Allah.

Published
Jan 28, 2021
How to Cite
SUJATNIKA, Dadang Ahmad. ETIKA MENCARI ILMU DALAM PRESFEKTIF PEMIKIRAN SYEKH NAWAWI AL-BANTANI. JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 13-27, jan. 2021. ISSN 2721-2246. Available at: <http://jurnal.syntaximperatif.co.id/index.php/syntax-imperatif/article/view/64>. Date accessed: 06 may 2021. doi: http://dx.doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v2i1.64.