Harmonisasi Pembagian Harta Warisan dalam Keluarga Antar Agama

Authors

  • Daniel Hotma Christofel Hutagaol Fakultas Hukum, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Indonesia
  • Christin Septina Basani Fakultas Hukum, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v5i1.351

Abstract

Penelitian ini membahas tentang harmonisasi Hukum Waris dalam konteks keluarga antar agama, tentang pembagian harta warisan antar anggota yang berbeda agama. Permasalahan ini tentang bagaimana penerapan serta pembagian Hukum Waris dalam keluarga antar agama. Penelitian ini mengacu pada Undang - Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Surat Edaran Ma (Sema) Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Petunjuk Bagi Hakim Dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-Umat Beragama Yang Berbeda Agama Dan Kepercayaan. Metode penelitian yang digunakan Yuridis normatif. Hasil penelitian penulis menunjukkan bahwa terdapat tiga sistem pembagian Hukum Waris di Indonesia, yaitu hukum perdata, Hukum Waris Islam, dan Hukum Adat. Penyelesaiaan pembagian waris dalam keluarga antar agama untuk agama muslim menggunakan wasiat wajibah sedangkan bagi Agama non muslim (Hindu, Kristen, Katolik, Budha, Konghucu) berlaku Hukum Perdata atau Hukum Adat yang dianut pewaris. Dalam menghadapi permasalahan Hukum Waris di Indonesia dalam keluarga antar agama perlu adanya satu pengaturan khusus yang mengaturnya. untuk meminimalkan risiko ketidakpastian hukum dan kekeliruan dalam pembagian waris dalam keluarga antar agama.

Downloads

Published

2024-04-04