Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Transformasi Geometri Berdasarkan Teori Newman Dintinjau dari Gaya Belajar Siswa

Authors

  • Prahasti Miranda Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dr. Soetomo, Indonesia
  • Sumartono Sumartono Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dr. Soetomo, Indonesia
  • Lusiana Prastiwi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dr. Soetomo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36418/syntaximperatif.v5i2.410

Abstract

Transformasi geometri merupakan salah satu materi yang susah dipahami oleh siswa, Sebagian siswa menganggap jika materi transformasi geometri sulit. Hubungan kemampuan pemacahan masalah seseorang ditentukan oleh beberapa faktor, afektif, karakteristik kognitif, dan perilaku psikomotoris adalah salah satu bagian dari gaya belajar, dan membuat peserta didik merasa saling berhubungan dengan lingkungan belajar karena sebagai indikator yang relatif stabil. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengatahui hubungan antara pemecahan masalah dengan gaya belajar, selain itu dengan menganalisis kesalahan membuat guru mengerti bagian mana yang susah untuk dipelajari oleh peserta didik secara tepat dan jenis kesalahan yang mengganggu peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian siswa dengan gaya belajar kinestetik merupakan siswa dengan kesalahan yang paling banyak, karena siswa sengan gaya belajar kinestetik mengalami kesalahan dalam semua tahapan teori Newman. Pada siswa dengan gaya belajar auditorial siswa mengalami kesalahan pada tahap membaca, memahami, transformasi, dan penulisan jawaban akhir. Sedangkan untuk gaya belajar visual merupakan gaya belajar dengan kesalahan paling sedikit karena hanya mengalami kesalahan pada tahap memahami, transformasi dan penulisan jawaban akhir.

Downloads

Published

2024-06-16