Analisis Risiko dan Strategi Mitigasi Pada Pola Operasi Kapal Selam di Wilayah KOARMADA II
DOI:
https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v6i5.856Abstract
Risiko yang signifikan adalah ketidakmampuan kapal selam untuk muncul ke permukaan karena malfungsi pada kemudi, sistem propulsi, atau mekanisme penyelaman dan permukaan. Jika kapal selam tidak dapat naik, kapal selam dapat terdampar di dasar laut. Situasi darurat seperti itu disebut sebagai Distressed Submarine (DISSUB).Penulis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi risiko potensial dan memprioritaskan akar penyebabnya berdasarkan tingkat keparahan dan dampaknya. FMEA adalah pendekatan terstruktur yang membantu menentukan sumber kegagalan yang sebenarnya. Dengan memahami masalah mana yang paling kritis, penulis dapat fokus untuk mengatasi masalah yang menimbulkan ancaman terbesar bagi keselamatan operasional kapal selam. Analisis RPN (Risk Priority Number) mengungkapkan bahwa hilangnya daya apung adalah risiko paling kritis dalam insiden kapal selam, yang terutama disebabkan oleh Internal Solitary Waves (ISW). Untuk mengurangi risiko ini secara efektif, diperlukan tindakan yang lebih kuat di seluruh faktor manusia, pertimbangan lingkungan, dan pembuatan kebijakan. Memperkuat area ini akan membantu memastikan mitigasi risiko operasional yang lebih efektif dalam misi kapal selam
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Hudha Dwi Saputro, Rizal Musa Karim, Manahan Budiarto Pandjaitan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






