Analisis Risiko dan Strategi Mitigasi Pada Pola Operasi Kapal Selam di Wilayah KOARMADA II

Authors

  • Hudha Dwi Saputro Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta 12230, Indonesia, Indonesia
  • Rizal Musa Karim Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta 12230, Indonesia, Indonesia
  • Manahan Budiarto Pandjaitan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta 12230, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v6i5.856

Abstract

Risiko yang signifikan adalah ketidakmampuan kapal selam untuk muncul ke permukaan karena malfungsi pada kemudi, sistem propulsi, atau mekanisme penyelaman dan permukaan. Jika kapal selam tidak dapat naik, kapal selam dapat terdampar di dasar laut. Situasi darurat seperti itu disebut sebagai Distressed Submarine (DISSUB).Penulis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi risiko potensial dan memprioritaskan akar penyebabnya berdasarkan tingkat keparahan dan dampaknya. FMEA adalah pendekatan terstruktur yang membantu menentukan sumber kegagalan yang sebenarnya. Dengan memahami masalah mana yang paling kritis, penulis dapat fokus untuk mengatasi masalah yang menimbulkan ancaman terbesar bagi keselamatan operasional kapal selam. Analisis RPN (Risk Priority Number) mengungkapkan bahwa hilangnya daya apung adalah risiko paling kritis dalam insiden kapal selam, yang terutama disebabkan oleh Internal Solitary Waves (ISW). Untuk mengurangi risiko ini secara efektif, diperlukan tindakan yang lebih kuat di seluruh faktor manusia, pertimbangan lingkungan, dan pembuatan kebijakan. Memperkuat area ini akan membantu memastikan mitigasi risiko operasional yang lebih efektif dalam misi kapal selam

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Saputro, H. D., Karim, R. M., & Pandjaitan, M. B. (2025). Analisis Risiko dan Strategi Mitigasi Pada Pola Operasi Kapal Selam di Wilayah KOARMADA II. JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 6(5), 1430–1439. https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v6i5.856

Citation Check