Pelaksanaan Diversi Terhadap Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum

(Studi Putusan No. 6/Pid.Sus.Anak/2019/PN Sdr)

Authors

  • Muhammad Fakhri Budiaulia Fakultas Hukum, Universitas Al-Azhar Indonesia, Indonesia
  • Suparji Ahmad Fakultas Hukum, Universitas Al-Azhar Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36418/syntaximperatif.v5i2.378

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memperjelas alasan penggunaan diversi sebagai metode penyelesaian konflik terkait perbuatan anak di bawah umur. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai perlindungan anak, mencakup kondisi yang memberdayakan anak untuk menggunakan hak dan memenuhi kewajiban. Pemerintah Indonesia menerapkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 yang fokus pada Sistem Peradilan Pidana Anak untuk menjaga kesejahteraan anak. Undang-undang ini diharapkan dapat mengatasi tantangan yang dihadapi anak-anak dalam konflik peradilan, khususnya yang menentang prinsip-prinsip Keadilan Restoratif, dalam proses peradilan meliputi penyidikan, penuntutan, dan interogasi. Penyalahgunaan narkotika merupakan kegiatan kriminal yang melibatkan individu dari semua kelompok umur, termasuk remaja. Pengedar narkoba sering menggunakan remaja sebagai pembawa pesan untuk mengelabui polisi. Gaya hidup yang menuntut dan kurangnya perhatian orang tua membuat anak-anak milenial rentan terhadap godaan dari hasil yang mereka capai, sehingga generasi muda menjadi fokus utama para pengedar narkoba. Indonesia menerapkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 untuk mengatur dan mengawasi peredaran narkotika, namun implementasinya dinilai tidak efektif. Banyak individu muda maupun dewasa terlibat dalam distribusi sebagai kurir. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan memahami hukum Indonesia mengenai perlindungan anak yang terlibat dalam peredaran narkoba serta menambah pengetahuan dan meninjau undang-undang mengenai perlakuan terhadap anak yang menjadi perantara dalam kegiatan ilegal tersebut.

Downloads

Published

2024-06-04