Gaya Retorika DAI Kontemporer dalam Menjawab Tantangan Dakwah Digital: Studi Komparatif Humor, Interaktivitas, dan Kelembutan Pesan

Authors

  • Hendra Prasetia Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Bayu Darmawan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Feggy Nurdiyansah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Lilis Satriah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v7i3.1151

Keywords:

Retorika Dakwah, DAI Kontemporer, Dakwah Digital, Humor, Interaktivitas, Kelembutan Pesan

Abstract

Perkembangan media digital mengubah ruang dakwah dari komunikasi satu arah menjadi ruang publik yang cepat, interaktif, dan rentan terhadap pemotongan konteks. Artikel ini bertujuan menganalisis gaya retorika dai kontemporer dalam menjawab tantangan dakwah digital melalui studi komparatif atas tiga model: humor, interaktivitas, dan kelembutan pesan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi komparatif berbasis analisis isi terhadap tiga naskah kajian terdahulu tentang Ustadz Abdul Somad, Dr. Aam Amirudin, dan Prof. KH. Nasaruddin Umar. Data dianalisis melalui kategorisasi tematik berdasarkan kerangka retorika Aristoteles yang mencakup ethos, pathos, dan logos, kemudian dibandingkan dengan tantangan komunikasi digital seperti perluasan jangkauan, dialog dua arah, dan decontextualization. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ustadz Abdul Somad merepresentasikan model retorika humoris-populis yang mencairkan resistensi audiens; Dr. Aam Amirudin merepresentasikan model edukatif-interaktif yang menghubungkan dalil dengan problem keseharian melalui media sosial; sedangkan Nasaruddin Umar merepresentasikan model kelembutan-resilien yang menekankan kedalaman pesan, empati, dan ketahanan komunikasi dalam situasi post-truth. Artikel ini menyimpulkan bahwa efektivitas dakwah digital ditentukan oleh kemampuan dai mengintegrasikan otoritas keilmuan, kedekatan emosional, argumentasi logis, serta desain pesan yang adaptif terhadap ekosistem digital

References

Al-Qur'an al-Karim. (2019). Terjemahan Kementerian Agama Republik Indonesia. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.

Aristoteles. (2004). Retorika seni persuasi (Terjemahan). Penerbit Kanisius.

Asbi, M., Firdaus, S. F., & Hamidah, L. (2025). Strategi dan pendekatan dakwah di era digital pada pemikiran Muhammad Al-Bayanuni. Jurnal An-Nida, 17(1). https://ejournal.unisnu.ac.id/JKIN

Berger, A. A. (1997). Humor interaction: A social psychology of humor. University Press.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101.

Coombs, W. T. (2017). A qualitative meta-analysis of apologia, image repair, and crisis communication: Implications for theory and practice. Journal of International Crisis and Risk Communication Research.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Fajrussalam, H. (2022). Dakwah digital: Peluang dan tantangan penyebaran Islam di era media sosial. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 7(1), 38-58.

Goresan Hidayah. (2026). Ceramah terbaru Ustadz Abdul Somad di Pengadilan Tinggi. Tautan Video.

Hidayah to Jannah. (2026). Kumpulan tanya jawab lucu Ustadz Abdul Somad. Tautan Video.

Humas Indonesia. (2025, September). Komunikasi krisis Menag Nasaruddin Umar usai pernyataannya picu kontroversi. HumasIndonesia.id. https://www.humasindonesia.id

Husna. (2024). Dakwah milenial: Strategi komunikasi keislaman yang efektif bagi Generasi Z. Jurnal Studi Islam, 5(2), 48-68.

IBTimes.ID. (2025, Februari). Komunikasi dakwah: Belajar dari Prof Nasaruddin Umar. IBTimes.ID. https://ibtimes.id/komunikasi-dakwah-belajar-dari-prof-nasaruddin-umar

Ilaihi, W. (2010). Komunikasi dakwah. PT Remaja Rosdakarya.

JPNN.com. (2025, November). Menag Nasaruddin dorong pendekatan tafsir induktif dan berwawasan keindonesiaan. JPNN.com. https://www.jpnn.com

Khotimah. (2024). Pentingnya literasi media era disrupsi digital dan post truth. ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 15(2). https://doi.org/10.24235/orasi.v15i2.10637

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.

Media Hikmah. (2026). Ustadz Abdul Somad: Hukum tato dan rukiah. Tautan Video.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Morreall, J. (1983). Taking laughter seriously. State University of New York Press.

Muliana, S., Sihombing, S. M., Rahmitha, S., & Sirait, A. K. (2025). Pemanfaatan media sosial sebagai alat komunikasi dalam meningkatkan efektivitas dakwah di era digital. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(May), 84-91.

Puspito. (2024). Media sosial sebagai ruang dakwah kontemporer. Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 4(1), 1-18.

Ramli, M. A. (2024). Teori komunikasi dakwah dalam penyebaran pesan Islam. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(11), 4290-4292. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS

Rustandi. (2020). Dakwah interaktif di era digital: Model komunikasi dua arah dalam ceramah online. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2), 105-125.

Samsudin. (2023). Retorika dalam dakwah: Analisis gaya bahasa dai kontemporer. Jurnal Komunikasi Islam, 13(1), 78-98.

Tamirano, R. (2026). Konstruksi pesan dalam konten dakwah visual pada platform TikTok: Tinjauan teori komunikasi massa. Jurnal Manajemen Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 2(2), 89-99. https://journal.jmdikpublisher.com

UIN Alauddin Makassar. (2025, Februari). KH. Nasaruddin Umar: Ulama moderat yang konsisten dalam menjaga akidah wasathiyah. uin-alauddin.ac.id. https://uin-alauddin.ac.id

UIN KH Achmad Siddiq Jember. (2025, Juli). Jihad intelektual ala Nasaruddin Umar. uinkhas.ac.id. https://www.uinkhas.ac.id

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Prasetia, H., Darmawan, B., Nurdiyansah, F., & Satriah, L. (2026). Gaya Retorika DAI Kontemporer dalam Menjawab Tantangan Dakwah Digital: Studi Komparatif Humor, Interaktivitas, dan Kelembutan Pesan. JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 7(3), 552–560. https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v7i3.1151

Citation Check

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.