Ta‘awun dalam Al-Qur’an dan Kritik atas Resiprositas Instrumental: Dialog Tafsir dengan Social Exchange Theory George C. Homans

Authors

  • Muhammad Zia Ulhaq Albana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Eni Zulaiha UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Asep Ahmad Fathurrahman UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v7i3.1170

Keywords:

Ta‘awun, Al-Qur’an, Social Exchange Theory, George C. Homans

Abstract

Relasi sosial modern kerap dipahami melalui paradigma rasional-instrumental yang menempatkan interaksi manusia sebagai sarana memperoleh keuntungan dan menghindari kerugian. Paradigma ini tercermin dalam Social Exchange Theory George C. Homans yang menjelaskan hubungan sosial melalui prinsip ganjaran, biaya, dan keuntungan. Berbeda dengan pendekatan tersebut, Al-Qur'an menawarkan konsep ta‘awun sebagai prinsip kerja sama yang berlandaskan kebajikan (al-birr), ketakwaan (al-taqwa), dan orientasi transendental. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep ta‘awun dalam Al-Qur'an, menganalisis karakter resiprositas instrumental dalam Social Exchange Theory, serta mendialogkan keduanya untuk menemukan aspek afirmasi dan kritik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan metode tafsir tematik (maudhu‘i). Ayat-ayat terkait ta‘awun dianalisis berdasarkan penafsiran mufasir klasik dan kontemporer, kemudian didialogkan dengan Social Exchange Theory melalui pendekatan dialogis-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ta‘awun mengarahkan kerja sama pada kebajikan dan ketakwaan serta melarang kerja sama dalam dosa dan permusuhan. Resiprositas dalam ta‘awun bersifat moral dan transendental, berorientasi pada ridha Allah Swt., pahala, kemaslahatan bersama, dan tanggung jawab etis. Dengan demikian, ta‘awun mengafirmasi pentingnya timbal balik sosial, tetapi mengkritik reduksi relasi manusia menjadi pertukaran kepentingan dengan memperluasnya melalui dimensi etika, spiritual, dan transendental. Konsep ini sekaligus menempatkan hubungan sosial sebagai ruang aktualisasi nilai keagamaan yang melampaui kalkulasi untung-rugi dalam kehidupan sosial bersama manusia.

References

Abū Zahrah, M. (1965). Tanzīm al-Islām li al-Mujtamaʿ. Dār al-Fikr al-ʿArabī.

Al-Aṣfahānī, A.-R. (2017). Al-Mufradāt fī Gharīb al-Qurʾān. Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah.

Al-Marāghī, A. M. (1946). Tafsīr al-Marāghī (Vol. 6). Muṣṭafā al-Bābī al-Ḥalabī.

Al-Ṭabarī, M. ibn J. (2000). Jāmiʿ al-Bayān ʿan Taʾwīl Āy al-Qurʾān (A. M. Shākir, Ed.). Muassasat al-Risālah.

Amin, M. (2022). Ta‘awun sebagai prinsip relasi sosial dalam perspektif Al-Qur’an. Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir, 7(2), 115–130.

Blau, P. M. (1964). Exchange and Power in Social Life. Wiley.

Dhaif, S. (2004). Al-Muʿjam al-Wasīṭ. Maktabah al-Shurūq al-Dawliyyah.

Donati, P. (2017). What does a ‘good life’ mean in a morphogenic society? The viewpoint of relational sociology. In M. S. Archer (Ed.), Social morphogenesis and human flourishing (pp. 23–40). Springer.

Emerson, R. M. (1976). Social exchange theory. Annual Review of Sociology, 2, 335–362.

Etzioni, A. (1988). The Moral Dimension: Toward a New Economics. Free Press.

Fathoni, A. (2024). Perubahan paradigma relasi sosial dalam masyarakat modern: Dari solidaritas menuju pertukaran instrumental. Jurnal Sosiologi Reflektif, 18(1), 45–60.

Fehr, E., & Gächter, S. (2000). Cooperation and punishment in public goods experiments. American Economic Review, 90(4), 980–994.

Fukuyama, F. (1995). Trust: The Social Virtues and the Creation of Prosperity. Free Press.

Giddens, A. (1990). The Consequences of Modernity. Stanford University Press.

Gouldner, A. W. (1960). The norm of reciprocity: A preliminary statement. American Sociological Review, 25(2), 161–178.

Habermas, J. (1987). The Theory of Communicative Action (Vol. 2, T. McCarthy, Trans.). Beacon Press.

Homans, G. C. (1958). Social behavior as exchange. American Journal of Sociology, 63(6), 597–606.

Homans, G. C. (1964). Bringing men back in. American Sociological Review, 29(6), 809–818.

Homans, G. C. (1974). Social Behavior: Its Elementary Forms (Rev. ed.). Harcourt Brace Jovanovich.

Ibn Kathīr, I. (1999). Tafsīr al-Qurʾān al-ʿAẓīm (S. M. Salāmah, Ed., Vol. 3). Dār Ṭaybah.

Ibn Manẓūr, M. ibn Mukarram. (2009). Lisān al-‘Arab. Dār Ṣādir.

Johnson, D. P. (2021). Social exchange theory and contemporary social relations. Journal of Social Theory, 15(2), 101–118.

Juliana, J., et al. (2025). Gotong royong, solidaritas sosial, dan kemaslahatan bersama dalam kehidupan masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 6(1), 1–9.

Kahneman, D., Knetsch, J. L., & Thaler, R. H. (1986). Fairness and the assumptions of economics. Journal of Business, 59(4), S285–S300.

Maghrobi, Z. A., Iqbal, I. M., & Murdianto, M. (2024). Tolong-menolong dalam kebaikan dalam Al-Qur’an (Studi penafsiran ayat-ayat ta’awun dalam Tafsir Al-Munir). Bunyan al-Ulum: Jurnal Studi Islam, 1(1), 71–89. https://doi.org/10.58438/bunyanalulum.v1i1.238

Mauss, M. (1990). The Gift: The Form and Reason for Exchange in Archaic Societies (W. D. Halls, Trans.). W. W. Norton.

Mighfar, S. (2015). Relasi sosial dan paradigma utilitarian dalam kehidupan masyarakat modern. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(2), 120–132.

Mubarok, M. F. (2019). Ta‘awun, al-birr, dan al-taqwa dalam perspektif Al-Qur’an. Jurnal Studi Islam dan Masyarakat, 14(2), 155–170.

Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon & Schuster.

Rahman, F. (1994). Major Themes of the Qur'an (2nd ed.). Bibliotheca Islamica.

Ridā, M. R. (1947). Tafsīr al-Manār (Vol. 6). Dār al-Manār.

Ruggieri, D. (2023). Normative reciprocity, relational sociology, and the critique of forms of social life. In E. Hałas (Ed.), Methodology of relational sociology: Approaches and analyses (pp. 295–315). Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-3-031-41626-2_13

Sahlins, M. (1972). Stone Age Economics. Aldine-Atherton.

Saputra, T. (2022). Konsep ta’awun dalam Al-Qur’an sebagai penguat tauhid dan solidaritas sosial. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan, 19(2), 29–45. https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v19i2.517

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur'an (Vol. 3). Lentera Hati.

Skinner, B. F. (1938). The Behavior of Organisms: An Experimental Analysis. Appleton-Century-Crofts.

Turner, J. H. (2003). The Structure of Sociological Theory (7th ed.). Wadsworth.

Yusoff, Z. M., & Radzi, S. (2020). Konsep taʿawun dalam institusi zakat: Analisis tafsir tematik. Journal of Fatwa Management and Research, 20(2), 46–48.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Albana, M. Z. U., Zulaiha, E., & Fathurrahman, A. A. (2026). Ta‘awun dalam Al-Qur’an dan Kritik atas Resiprositas Instrumental: Dialog Tafsir dengan Social Exchange Theory George C. Homans . JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 7(3), 834–852. https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v7i3.1170

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.