Pengaruh Kerjasama Internasional dan Kesiapan Alutsista Terhadap Stabilitas Keamanan Maritim di Wilayah Laut Perbatasan Kalimantan Utara
DOI:
https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v6i5.848Keywords:
kerja sama internasional, kesiapan Alutsista, keamanan maritimAbstract
Perbatasan laut Kalimantan Utara di Laut Sulawesi merupakan wilayah strategis yang rentan konflik karena menjadi jalur pelayaran internasional penting serta memiliki kekayaan ekologis dan ekonomi tinggi. Kawasan ini rawan terhadap ancaman keamanan seperti perompakan, perdagangan manusia, dan penangkapan ikan ilegal. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Indonesia, Malaysia, dan Filipina membentuk kerja sama Trilateral Maritime Patrol (TMP) yang mencakup patroli terkoordinasi dan latihan bersama. Namun, pelaksanaannya menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya, luasnya wilayah operasi, dan belum adanya SOP yang seragam. Kesiapan Alutsista, khususnya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kawasan, namun masih mengalami keterbatasan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kerja sama internasional dan kesiapan Alutsista terhadap stabilitas keamanan maritim di wilayah tersebut. Populasi penelitian adalah personel KRI di bawah Koarmada II dan Satrol Lantamal XIII/Tarakan sebanyak 565 personel, dengan sampel 235 personel menggunakan rumus Slovin. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama internasional dan kesiapan Alutsista secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap stabilitas keamanan maritim. Kebijakan yang disarankan mencakup tiga strategi: (1) penyelesaian sengketa melalui jalur diplomatik dan hukum internasional; (2) modernisasi Alutsista berbasis iptek dan industri pertahanan nasional; dan (3) pengembangan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan Alutsista
References
Apriyana, M. A. (2019). Kerjasama trilateral dalam menangani ancaman maritim di perairan Sulu [Skripsi, Universitas Mulawarman].
Blanchard, J.-M. F. (2005). Linking border disputes and war: An institutional-statist theory. Geopolitics, 10(1), 1–24.
Bueger, C. (2015). What is maritime security? Marine Policy, 53, 159–164. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2014.12.005
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dougherty, J. E., & Pfaltzgraff, R. L. (1997). Contending theories of international relations: A comprehensive survey (4th ed.). Addison-Wesley.
Gulo, W. (2010). Metodologi penelitian. Grasindo.
Hartanto, Y. A. (2016). Manajemen logistik dalam meningkatkan kesiapan tempur alutsista TNI AL. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 6(1), 1–19.
Hermawan, S., & Khabibi, N. (2022). Pengaruh kemampuan personil dan sarana prasarana Faslabuh Dermaga Mentigi terhadap kesiapan operasi KRI di wilayah Lantamal IV. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 27(1), 23–30.
Junor, L. J., & Jessica, R. (1996). A new modelling approach for ship readiness. Naval Postgraduate School.
Kartasasmita, K. (1997). Administrasi internasional. Lembaga Penerbitan STIA Bandung.
Keliat, M. A. (2009). Keamanan maritim dan implikasi kebijakannya bagi Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 13(1), 1–15.
Khasanah, U., Utama, T. C., & Alfian, M. F. (2021). Analisis peran Indonesia dalam kerjasama keamanan trilateral di Laut Sulawesi–Sulu pada tahun 2016–2018. Journal of International Relations Diponegoro, 7(4), 585–597.
McNicholas, M. (2008). Maritime security: An introduction (2nd ed.). Elsevier.
Mabelo, P. B. (2020). Operational readiness: How to achieve successful system deployment. Routledge.
Ngin, P. C. (2005). Applying human capital management to model manpower readiness: A conceptual framework [Master’s thesis, Naval Postgraduate School].
Octavian, A., & Yulianto, B. (2014). Budaya, identitas & masalah keamanan maritim. Universitas Pertahanan.
Pratiwi, D. K. (2020). Keamanan laut wilayah perbatasan Indonesia sebagai bentuk penjagaan kedaulatan negara. Jurnal Hukum, 2(2), 55–65.
Roell, P., Feldt, L., & Thiele, R. D. (2013). Maritime security–Perspectives for a comprehensive approach. ISPSW Strategy Series: Focus on Defense and International Security, 2(74), 1–14.
Rustam. (2017). Kebijakan keamanan maritim di perbatasan Indonesia: Kasus kejahatan di Laut Sulawesi–Laut Sulu. Jurnal Penelitian Politik, 14(2), 225–242.
Salim. (2017). Arsitektur kebijakan maritim dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Indonesian Maritime Journal, 4(2), 101–110.
Srenal. (2024). Laporan kesiapan alutsista TNI AL. Mabes TNI AL.s
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Thoyib, S. (2009). Potensi ancaman di ALKI dalam perspektif ketahanan nasional: Studi kasus ALKI II [Tesis, Universitas Indonesia].
Wahyono. (2007). Indonesia negara maritim. Teraju.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Wishnu Krestiawan, Komaruddin Komaruddin, Hari Wiwit

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






