Reinterpreting Walī Mujbir in Contemporary Islamic Family Law

Forced Marriage and Its Impact on Indonesian Muslim Family Harmony

Authors

  • Alex Kusmardani Sekolah Tinggi Hukum Bandung, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v6i6.937

Keywords:

Walī mujbir, Forced Marriage, Islamic Family Law, Human Rights, Sexual Violence

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis dinamika terhadap pemaksaan perkawinan di beberapa wilayah Indonesia melalui reinterpretasi konsep walī mujbir dalam hukum keluarga Islam kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan metode yuridis normatif dengan tipe penelitian deskriptif-analitis kritis. Pendekatan yang digunakan mencakup pendekatan yuridis, filosofis, sosiologis, dan psikologis. Data penelitian bersumber dari bahan hukum sekunder, yang terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, seperti kitab-kitab fikih klasik dan kontemporer, uṣūl al-fiqh, literatur mengenai filsafat hukum keluarga Islam, serta peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak ijbār yang dimiliki wali dalam fikih klasik tidak bersifat absolut, melainkan amanah yang dibatasi oleh perlindungan terhadap perempuan dan prinsip kerelaan dalam ikatan perkawinan. Dalam hukum nasional Indonesia, praktik pemaksaan perkawinan dikategorikan sebagai tindak pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta dipandang sebagai pelanggaran hak asasi manusia menurut standar internasional. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemkasaan perkawinan berdampak signifikan terhadap disharmoni keluarga, konflik berkepanjangan, meningkatnya angka perceraian, dan disfungsi pengasuhan anak. Dengan demikian, reinterpretasi terhadap konsep walī mujbir diperlukan untuk menyesuaikan prinsip-prinsip hukum Islam dengan konteks sosial kontemporer, sekaligus memastikan perlindungan perempuan serta terwujudnya keluarga yang harmonis

References

‘Abd al-Wahhāb Khallāf. (1990). Ahkām Al- Ahwāl al-Sykahsiyyah Fi Syari’ah al-Islāmiyyah. Dār al-Qalam.

‘Abd al-Wahhāb Khallāf. (2002). ‘Ilm Uṣūl al-Fiqh. Dār al-Kutub al-Islamiyyah.

‘Alī Jum’ah Muḥammad. (2012). al-Mad’khāl ilā Dirāsat al-Madzāhīb al-Fiqhīyyāh. Dar al-Salam.

Abdurrahman. (2015). Kompilasi Hukum Islam Di Indonesia. Akademika Pressindo.

Abi ‘Abd Allah Muḥammad bin Idris Asy-Syāfi’i. (2007). al-Umm. Dar al-Hadith.

Adawiyah, R. (2019). Reformasi Hukum Keluarga Islam dan Implikasinya Terhadap Hak-hak Perempuan dalam Hukum Perkawinan Indonesia dan Malaysia. Nusa Litera Inspirasi.

Al-Imām Mālik bin Anas. (2012). al-Muwatta’. Dār al-Ḥadīth.

Al-Zuḥaylī, W. (2010). Mausu’ah al-Fiqh al-Islāmi’. Dar al-Fikr.

Alex Kusmardani, Siah Khosyi’ah, Oyo Sunaryo Mukhlas, Nurrohman, U. S. (2023). The Development of Ideas on The Reform and Transformation of Islamic Family Law Into Legislation in Islamic Countries. JSIM :Jurnal Imu Sosial Dan Pendidikan Syntax Imperatif, 4(5), 664–662.

Alex Kusmardani. (2024). Hymenoplasty Dalam Fatwa Dar al-Ifta Mesir dan Yordania. Literasi Nusantara.

Alex Kusmardani, S. K. (2022). Putusan Hakim Dalam Penyelsaian Sengketa Hak Asuh Anak Pasca Perceraian Kepada Ayah. Jurnal Syntax Administration, 3(7).

Ali, H. (1976). Uṣūl at-Tasyri’ al-Islāmi (5th ed.). Dār al-Fikr al-‘Arabi,.

Amir Syarifuddin. (2006). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia Antara Fiqh Munakahat Dan Undang-Undang Perkawinan. Kencana Prenada Media Grup.

Arifin, L. S. (2020). Transformasi Sosial dan Perceraian. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Beni Ahmad Saebani. (2024). Sosiologi Hukum Islam. Pustaka Setia.

Enggineer, A. A. (2007). The Qur’an Women and Modern Society (p. 237).

Fahri, S. (2020). Dampak Kawin Paksa Terhadap Kehidupan Rumah Tangga Pada Masyarakat Lamurukung Kabupaten Bone. SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum Dan Pengajarannya, 14(1), 21. https://doi.org/10.26858/supremasi.v14i1.13303

Fanny Nainggolan, J., Ramlan, R., & Harahap, R. R. (2022). Pemaksaan Perkawinan Berkedok Tradisi Budaya: Bagaimana Implementasi Cedaw Terhadap Hukum Nasional dalam Melindungi Hak-Hak Perempuan dalam Perkawinan. Uti Possidetis: Journal of International Law, 3(1), 55–82. https://doi.org/10.22437/up.v3i1.15452

Farid, D., Husni, M., Pakarti, A., Al, K., Mabruri, K., Kusmardani, A., & Lestari, E. (2024). Harmonizing the Iddah Period for Women Divorced Outside the Court According to KHI and Fiqh Law. 10(1), 55–67.

Hanifah, E., Kusmardani, A., Saepulloh, U., Darnius, S., Arfan, F., Ana, W., Utama, P., Hakim, L., Yulia, R., Nurman, S., Surya, E., Yatno, R., Perdana, R. P., Purnomo, E., Supriatna, E., & Sastaman, P. (2022). Analysis of the Education Value of the Samawa Family at the Reception Before the Marriage Ceremony: Tradition Versus Islamic Sharia Values in the Community Lio Cibarusah Bekasi. Journal of Scientific Information and Educational CreativitY, 23(September), 185–195.

Iqbal, M. (2020). Psikologi Pernikahan: Menyelami Rahasia Pernikahan. Gema Insani.

Jūdah ʿAbd al-Ghanī Basūnī. (2019). Dirāsāt fī Aḥwāl al-Shakhṣiyyah, Muʿalliqan ʿalayhā bi Qānūn al-Aḥwāl al-Shakhṣiyyah al-Jadīd. Dār al-Ṭibāʿah al-Muḥammadiyyah.

Kamali, M. H. (2021). History and Jurisprudence of the Maqāṣid: A Critical Appraisal. American Journal of Islam and Society, 38(3–4), 8–34. https://doi.org/10.35632/ajis.v38i3-4.3110

Kamarusdiana, T. A. (2020). Marriege Certicate dan Protection od Childern’s Rights Due to Unregisterd Marriege In The Cianjur District in The Posst Regional Regulation Number 10 In 2010. Ijtimā’iyya: Journal of Muslim Society Research, 4(1), 90–101.

Kholis Bidayati. (2024). Hak-Hak Perempuan Di Negara-Negara Muslim Studi Perbandingan Hukum Keluarga Islam di Indonesia dan Mesir. Diva Press.

Khosyi’ah, S., & Jundan, G. M. (2020). Perceraian Usia 3 Tahun Perkawinan Dari Pasangan Muda. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Peradilan Islam, 1(2), 146–164. https://doi.org/10.15575/as.v1i2.9912

Kusmardani, A. (2024). The Dynamics of Divorce in Indonesian Muslim Families. Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation, 4, 739–752. https://doi.org/10.35877/454RI.daengku2756

Kusmardani, A., Saepulloh, U., Nurrohman, N., Tsamratul Fuadah, A., & Syafi’i, A. (2022). Philosophy of Marriage as a Means of Family Building and Social Transformation. Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation, 2(4), 517–528. https://doi.org/10.35877/454ri.daengku1102

Kusmardani, A., Syafe’i, A., Saifulah, U., & Syarif, N. (2022). Faktor-faktor Penyebab Perceraian Dalam Perspektif Hukum Keluarga Antar Madzhab Islam Dan Realita Sosial. JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 3(3), 176. https://doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v3i3.168

Lambertus Johannes Apeldoorn. (2003). Inleiding tot de Studie Van Het Nederlandse Recht. Balai Pustaka.

Lelita Dewi. (2024). Dispensasi Kawin Dan Titik Singgung Dengan Pemaksaan Perkawinan Dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Lexy J Melong. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif (36th ed.). Remaja Rosda Karya.

Mahmūd Shaltūt, M. ‘Alī al-S. (1986). Muqāranah al-Madzāhib fī al-Fiqh. Dār al-Ma‘ārif.

Mega Puspita, N. O. (2022). The Rule Minimum Age of Marriage in Islamic Family Law in the Muslim World. International Journal of Social Science and Religion (IJSSR), 185–198. https://doi.org/10.53639/ijssr.v3i3.71

Mestika Zed. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Muhamad Ibrāhim al-Hafnāwi. (2009). Mu’zam Gharīb al-Fīqh wa al-Ushūl Wa Ma’āhu I’rab al-Kalimāt al-Gharībah. Dār al-Hadith.

Muḥammad Abū Zahrah. (n.d.). Al-Ahwāl al-Sykahsiyyah. Dar al-Fikr al-Arabi.

Muṣṭafá al-Shak’ah. (1996). Islām Bilā Madhāhib (X). Dār al-Miṣriyya al-Lubnāniyya.

Mutaqin, A. Z., Yunus, B. M., & Qomaruzzaman, B. (2022). Interfaith Marriage in the Perspectives of Indonesian Tafsir Ulama: Reviewing the Tafsir of Hamka, Quraish Shihab, and Musdah Mulia. Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 5(2), 111–122. https://doi.org/10.15575/hanifiya.v5i2.18782

Nor Salam. (2021). Metodologi Penelitian Hukum Islam Interdisipliner Elaborasi Filsafat Ilmu dan Ilmu-Ilmu Keislaman. Lietrasi Nusantara.

Oyo Sunaryo Mukhlas. (2015). Pranata Sosial Hukum Islam. Refika Aditama.

Puspita, M., & Naf’an, A. W. (2022). Forced Marriage: The Authority of Custom Law in The Practice of Marriage In Kerinci, Jambi. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum, 20(1), 51–63. https://doi.org/10.32694/qst.v20i1.1540

Rosadi, A. (2014). Peradilan Agama Di Indonesia Dinamika Pembentukan Hukum. Simbiosa Rekmata Media.

Saepullah, U. (2021). Hakikat dan Transformasi Hukum Keluarga Islam tentang Perlindungan Anak. LP2M UIN Sunan Gunung Djati.

Sayyid Sabiq. (2009). Fiqh Sunnah. Dar al-Hadith.

Sella Ursulla Nadia Peanta. (2023). The Impact of Child Marriage on Development in West Kalimantan Province. Khatulistiwa Profesional: Jurnal Pengembangan SDM Dan Kebijakan Publik, 4(1), 22–33.

Septiayu Restu Wulandari, Siah Khosyi’ah, O. S. M. (2023). Perkembangan Pemikiran Hukum Keluarga Tentang Anak Luar Perkawinan Yang Sah. Jurnal Hukum Pelita, 4 No 2, 180–194.

Siska Lis Sulistiani. (2021). Legal Status of Children Out of Marriage According to Positive Law and Islamic Law. ADHKI: Journal of Islamic Family Law, 2(2), 171–184. https://doi.org/10.37876/adhki.v2i2.38

Soerjono Seokanto. (2009). Sosiologi Keluarga Tentang Ikhwal Keluarga Remaja dan Anak. Rineka Cipta.

Sri Ahyani. (2016). Pertimbangan Pengadilan Agama Atas Dispensasi Pernikahan Usia Dini Akibat Kehamilan Di Luar Nikah. Wawasan Hukum, 34(1), 31–47.

Syamsu Yusuf LN. (2019). Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Rosdakarya.

Triana Aprianita. (2023). Tinjauan Kaidah-Kaidah Fiqhiyah Terhadap Adat Merariq (Kawin Culik) Pada Tradisi Perkawinan Adat Suku Sasak. Al-Maqashidi: Jurnal Hukum Islam Nusantara, 06 Nomor 0, 014–114.

Ulfiah. (2002). Psikologi Keluarga Pemahaman Hakikat Keluarga dan Penanganan Problematika Rumah Tangga. Ghalia Indonesia.

Wardah Nurroniyah. (2020). Hukum Perlindungan Anak Di Indonesia. In Jurnal Ilmu Pendidikan (Vol. 7, Issue 2). Yayasan Hamjah Diha.

Wardah Nurroniyah. (2023). Psikologi Keluarga. Zenius Publisher.

Wirani Aisyiyah Anwar, Ramdani Wahyu Sururie, Idzam Fautanu, Andi Rio Makkulau Wahyu, A. Y. (2024). Perkawinan Dini di Era Modern : Analisis Relevansi , Tantangan Penetapan dan Implementasi Batas Minimal Usia Nikah. Diktum: Jurnal Syariah Dan Hukum, 1(1), 46–66.

Yusrina, K., & Sururie, R. W. (2022). The Nature of Protecting Children and Women from Domestic Violence. El-Usrah, 5(2), 328–339. https://doi.org/10.22373/ujhk.v5i2.14191

Ziba Mir, Hosseini, Kari Vogt, Lena Larsen, C. M. (2013). Gender and Equality in Muslim Family Law. I B Tauris. https://doi.org/10.5040/9780755609277

Downloads

Published

2026-01-27

How to Cite

Kusmardani, A. (2026). Reinterpreting Walī Mujbir in Contemporary Islamic Family Law: Forced Marriage and Its Impact on Indonesian Muslim Family Harmony. JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 6(6), 1560–1576. https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v6i6.937

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.