Pengembangan Empati dan Integritas Siswa Sekolah Dasar melalui Kegiatan Kokurikuler Berbasis Pembelajaran Mendalam
DOI:
https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v6i6.917Keywords:
empati, integritas, perundungan, kewargaan, kegiatan kokurikuler, pembelajaran mendalamAbstract
Perundungan merupakan tantangan penting dalam pendidikan dasar karena berdampak pada perkembangan sosial-emosional dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kegiatan kokurikuler “Say No to Bully” berbasis pembelajaran mendalam dalam mengembangkan empati dan integritas sebagai bagian dari dimensi kewargaan siswa kelas V. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, dokumentasi kegiatan, dan refleksi tertulis dari 28 peserta didik. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan perilaku empatik, keberanian moral, serta konsistensi tindakan sebagai indikator integritas. Penurunan frekuensi perundungan verbal juga tercatat selama program berlangsung. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran mendalam melalui pengalaman autentik, simulasi sosial, dan refleksi terarah efektif dalam menginternalisasi nilai empati dan integritas secara bermakna dan berkelanjutan. Model ini dapat menjadi strategi preventif yang relevan bagi sekolah dasar dalam mengembangkan budaya positif serta memperkuat karakter kewargaan peserta didik.
References
Adi, M., & Novitasari, F. (2022). Cyberbullying in elementary school students: Patterns, impacts, and digital awareness. Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(2), 115–128.
Fauziah, R. (2022). Role-play as character education strategy to strengthen moral courage in elementary students. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1), 45–57.
Fitriyani, N., & Hidayat, R. (2021). Bentuk-bentuk perundungan pada siswa sekolah dasar dan implikasi pendidikannya. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2), 93–104.
Fullan, M., & Quinn, J. (2018). Deep learning: Engage the world, change the world. Corwin Press.
Harahap, S. (2021). Peningkatan empati siswa melalui program pendidikan karakter berbasis pengalaman. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(1), 22–34.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025a). Naskah akademik pembelajaran mendalam 2025. Kemendikdasmen.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025b). Panduan kokurikuler 2025. Kemendikdasmen.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025c). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Kemendikdasmen.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Blackwell.
Pranita, R., & Raharjo, T. (2020). Analisis perilaku bullying pada siswa sekolah dasar. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 8(3), 155–162.
Sari, M. (2021). Efektivitas kegiatan kokurikuler dalam penguatan perilaku prososial siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 6(2), 77–89.
Smith, J. D., & Low, S. (2021). The effectiveness of school-based bullying prevention programs: A systematic review. School Psychology Review, 50(3), 350–365.
Thornberg, R. (2022). Anti-bullying interventions in primary schools: Current practices and future directions. Child Development Perspectives, 16(2), 75–81.
Wulandari, A., & Puspitasari, R. (2023). Implementasi proyek anti-bullying dalam meningkatkan solidaritas siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Perilaku, 5(1), 39–50.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Anto Akbar, Syarief Nurdin Encep , Rakhmat Cece , Maftuh Bunyamin , Kurniawaty Imas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






