Implementasi Fungsi Manajemen Pemerintahan dalam Penanganan Kasus Stunting di Kelurahan Suka Asih, Kota Tangerang

Authors

  • Diana Syahra Universitas Yuppentak Indonesia, Indonesia
  • Keisha Maulidia Universitas Yuppentak Indonesia, Indonesia
  • Devina Ratna Suryani Universitas Yuppentak Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v7i1.1010

Keywords:

Pemerintah Kelurahan, Stunting, Kebijakan Publik, Peran Pemerintah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah kelurahan dalam penanganan stunting di Kelurahan Suka Asih, Kota Tangerang. Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan keterlibatan aktif pemerintah di tingkat lokal, khususnya dalam pelaksanaan program dan kebijakan yang telah ditetapkan oleha pemerintah pusat dan daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari dokumen resmi pemerintah, laporan instansi terkait, serta literatur ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kelurahan telah menjalankan perannya dalam penanganan stunting melalui pelaksanaan program kesehatan, koordinasi lintas sektor, serta upaya sosialisasi kepada masyarakat. Namun, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan sumber daya, kurang optimalnya koordinasi antar pihak terkait, serta partisipasi masyarakat yang belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran pemerintah kelurahan melalui peningkatan koordinasi, kapasitas aparatur, dan partisipasi masyarakat agar program penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif

References

Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di wilayah pedesaan dan perkotaan. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1), 163–170.

Bappenas. (2020). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting 2020–2024. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 14(4), e12617.

Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., et al. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.

Dwiyanto, A. (2011). Manajemen pelayanan publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Hidayati, L., & Mahmudah, U. (2021). Faktor determinan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 123–132.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting. Jakarta: Kemenko PMK.

Kurniawati, D., Sulastri, S., & Handayani, R. (2020). Partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu untuk pencegahan stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 45–54.

Lubis, R. A., Siregar, M., & Hasibuan, N. (2023). Peran pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting. Jurnal Administrasi Publik, 9(1), 45–58.

Mardiasmo. (2018). Akuntabilitas sektor publik. Yogyakarta: Andi.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications.

Nugroho, R. (2018). Public policy. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Pratama, R., & Nugroho, A. (2020). Penerapan fungsi manajemen POAC dalam organisasi sektor publik. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 8(2), 87–98.

Prendergast, A. J., & Humphrey, J. H. (2014). The stunting syndrome in developing countries. Paediatrics and International Child Health, 34(4), 250–265.

Pretty, J. (1995). Participatory learning and action. London: IIED.

Putra, A. R., & Suryani, D. (2022). Tantangan intervensi stunting berbasis komunitas. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(1), 33–41.

Rahmaddian, T., Handayani, S., & Putri, A. (2022). Pengabdian masyarakat dalam pencegahan stunting melalui posyandu. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 5(2), 110–118.

Rahayu, S., Wulandari, D., & Lestari, P. (2021). Optimalisasi peran posyandu dalam penanggulangan stunting. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(1), 55–63.

Robbins, S. P., & Coulter, M. (2016). Management (13th ed.). Boston: Pearson Education.

Rosha, B. C., Sari, K., & Amaliah, N. (2017). Peran intervensi gizi dalam penurunan stunting di Indonesia. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 27(2), 89–98.

Siagian, S. P. (2014). Fungsi-fungsi manajerial. Jakarta: Bumi Aksara.

Suryanto. (2019). Peran pemerintah desa dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Jurnal Administrasi Publik, 7(2), 101–112.

Terry, G. R. (1974). Principles of management. Homewood: Richard D. Irwin.

Torlesse, H., Cronin, A. A., Sebayang, S. K., & Nandy, R. (2016). Determinants of stunting in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 12(S1), 66–80.

UNICEF. (2021). The state of the world’s children 2021. New York: UNICEF.

Wahab, S. A. (2016). Analisis kebijakan publik. Malang: UMM Press.

World Health Organization. (2020). Levels and trends in child malnutrition. Geneva: WHO

Downloads

Published

2026-03-02

How to Cite

Syahra, D., Maulidia, K., & Suryani, D. R. (2026). Implementasi Fungsi Manajemen Pemerintahan dalam Penanganan Kasus Stunting di Kelurahan Suka Asih, Kota Tangerang. JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 7(1), 1–8. https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v7i1.1010

Citation Check

Similar Articles

<< < 15 16 17 18 19 20 21 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.