Instagram Sebagai Ruang Kritik Sosial: Studi Resepsi Khalayak Atas Pesan Diaspora Indonesia Pada Instagram Reels @kekekania
DOI:
https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v7i4.1189Keywords:
Instagram, Kritik Sosial, Resepsi Khalayak, Diaspora Indonesia, Encoding-DecodingAbstract
Media sosial, khususnya Instagram, telah berkembang dari ruang berbagi personal menjadi ruang publik digital yang memungkinkan penyampaian opini, kritik, dan wacana sosial secara luas. Fenomena tersebut terlihat pada konten Instagram Reels @kekekania, seorang diaspora Indonesia di Singapura, yang menyampaikan kritik terhadap peran perempuan di lingkar kekuasaan, khususnya terkait gaya hidup, sikap diam, dan minimnya suara kritis terhadap kondisi bangsa. Konten tersebut menarik perhatian publik dan berdasarkan dokumentasi berupa tangkapan layar pada Mei 2026 telah ditonton sebanyak 9,3 juta kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana khalayak memaknai pesan kritik sosial diaspora Indonesia pada Instagram Reels @kekekania serta memahami posisi resepsi khalayak berdasarkan model Encoding-Decoding Stuart Hall. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi resepsi. Data diperoleh melalui wawancara terhadap delapan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penelitian. Data dianalisis berdasarkan tahapan produksi, sirkulasi, penggunaan/pemaknaan, serta posisi pembacaan khalayak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan memahami pesan sebagai kritik terhadap minimnya keterlibatan perempuan dalam ruang publik dan politik serta pentingnya perempuan menggunakan pengaruh sosial untuk kepentingan masyarakat. Ditemukan tiga posisi resepsi, yaitu dominant-hegemonic reading, negotiated reading, dan oppositional reading, dengan negotiated reading sebagai posisi yang paling dominan. Khalayak menerima gagasan utama, tetapi tetap mengkritisi cara penyampaian, generalisasi terhadap keluarga pejabat, serta legitimasi diaspora dalam mengkritik kondisi Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram dapat menjadi ruang kritik sosial dan negosiasi makna yang mendorong kesadaran serta diskusi publik.
References
Amura, I. F., & Candrasari, Y. (2022). Konstruksi khalayak terhadap feminisme dalam Instagram @Kalis.Mardiasih. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(7), 2620–2628. https://doi.org/10.31604/jips.v9i7.2022.2620-2628
Andzani, D., Virgin, D., Pristica, B., & Dwihadiah, D. L. (2023). Analisis peran media sosial dalam proses mediatisasi politik: Perspektif komunikasi politik dan partisipasi publik. Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi (JMBI UNSRAT), 11(1), 1003–1011. https://doi.org/10.35794/jmbi.v11i1.55526
Fensi, Fabianus. (2021). Konstruksi Media terhadap Anti Imigran : Sebuah Kritik Teoretis dan Metodologis. Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 26(3), 205-213.
Girsang, L. R. M., & Miletresia, M. (2024). Examining the social construction of highly educated women. Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 9(2), 441–451. https://doi.org/10.25008/jkiski.v9i2.1146
Gultom, D. A., & Arviani, H. (2023). Resepsi khalayak terhadap konten kritik sosial “Dewan Perampok Rakyat” BEM UI di TikTok. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 10(10).
Johnson, R.B., & Christensen, L. (2014). Educational Research: Quantitative, Qualitative, and Mixed Approaches (Fifth Edit). California: Sage Publications.
Knoblauch, H., & Wilke, R. (2016). The Common Denominator: The Reception and Impact of Berger and Luckmann’s. The Social Construction of Reality. Human Studies, 39(1), 51–69. https://doi.org/10.1007/s10746-016-9387-3
Koli, N. (2024). Pengaruh Kampanye Digital di Media Instagram terhadap Partisipasi Politik (Survey pada Pemilih Pertama di akun @pemilih_cerdas 2024). IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial dan Humaniora, 8(3), 482–495.
Mason, J. (2017). Qualitative Researching (Third Edit). SAGE Publications.
Maulani, M., & Nanda, E. (2025). Analisis resepsi khalayak terhadap isu feminisme pada serial Gadis Kretek (Teori Analisis Resepsi Stuart Hall). Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, Universitas Negeri Manado. https://doi.org/10.53682/jpjsre.v5i1.9234
Putri, D. A. S., & Setyawan, S. (2025). Analisis resepsi followers akun Instagram @menjadimanusia dalam kesehatan mental. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(1), 181–199. https://doi.org/10.30596/interaksi.v9i1.19362
Robin, P. (2020). Praktik media sosial perangi media konvensional (Tinjauan komunikasi politik Pilpres Indonesia 2019). Jurnal Public Corner, 15(1), 1–10. Universitas Wiraraja. ISSN 2443-0714, E-ISSN 2621-475X. https://doi.org/10.24929/fisip.v15i1.1037
Shofa, M., Kusrin, K., & Arindawati, W. A. (2021). Analisis resepsi khalayak terhadap makna body positivity pada Instagram Tara Basro. Linimasa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 174–189. https://doi.org/ 0.23969/linimasa.v4i2.4136
Widiastuti, V., Ayuningtyas, F., & Muqsith, M. A. (2025). Resepsi khalayak pesan propaganda perlawanan simbolik Garuda Biru dan Peringatan Darurat di akun Instagram @narasinewsroom. Communication, 16(1), 29–43. https://doi.org/10.36080/comm.v16i1.3413
Yatmo, Y. A. (2016). "Protes Sosial di Era Digital: Analisis Media Sosial dan Kampanye Online di Indonesia". Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 20(2), 81-95
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Virgitta Septyana, Chelsea Ariella Suhardjo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







