Refleksi Diri dan Muhasabah sebagai Fondasi Pendidikan Akhlak: Integrasi Manusia, Alam dan Tuhan dalam Perspektif Pendidikan Islam

Authors

  • Pebrian Erdiana Himawan IAI PERSIS BANDUNG, Indonesia
  • Darmansyah Berutu IAI PERSIS BANDUNG, Indonesia
  • Hera Purwanti IAI PERSIS BANDUNG, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v7i1.992

Keywords:

Reformasi, Kurikulum, SDIT PERSIS, Hilda Taba

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep refleksi diri dan muhasabah sebagai fondasi pendidikan akhlak dalam perspektif pendidikan Islam serta relevansinya dalam membangun relasi harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap sumber-sumber primer dan sekunder berupa Al-Qur’an, hadis, kitab klasik, serta literature pendidikan Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa refleksi diri berfungsi sebagai sarana kesadaran spiritual dan moral, sementara muhasabah berperan sebagai mekanisme evaluatif dalam pembentukan akhlak. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk kesadaran ketuhanan, tanggung jawab sosial, serta kepedulian ekologis. Implementasi nilai refleksi dan muhasabah dalam pendidikan akhlak dapat dilakukan melalui integrasi kurikulum, pembiasaan reflektif dalam pembelajaran, serta penguatan budaya sekolah berbasis spiritualitas. Penelitian ini menegaskan bahwa refleksi diri dan muhasabah merupakan fondasi penting dalam membentuk insan berakhlak mulia yang seimbang secara intelektual, spiritual, dan sosial

References

Achmad Junaedi Sitika, Shakilla Zerlindah Maulana, dan Yusriya Ni'matul ‘Izzah. “Dinamika Pengembangan Kurikulum: Meninjau Model Ralph Tyler dan Hilda Taba.” Hayati: Journal of Education 1, no. 1 (2025): 54–65.

Abu Nu‘aim. Hilyatul Auliya’, Juz 2.

Abu Hamid al-Ghazali. Ihya’ ‘Ulum al-Din, Juz 4. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2010.

Abuddin Nata. Akhlak Tasawuf dan Karakter Mulia. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2013.

Abuddin Nata. Manajemen Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana, 2015.

Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010.

Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan Islami. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014.

Departemen Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019.

Hamka. Tafsir Al-Azhar, Juz 21. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983.

Hidayat, R., & Syafe’i, M. “Peran Muhasabah dalam Pembentukan Akhlak Peserta Didik.” Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 9, No. 1 (2020).

Komaruddin Hidayat. Psikologi Beragama: Menyelami Relung Jiwa Manusia Modern. Jakarta: Paramadina, 2002.

Muhaimin. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2012.

Muhammad Alwi. Pendidikan Akhlak dalam Perspektif Islam. Yogyakarta: Deepublish, 2020.

Nuraini, L. “Penerapan Metode Muhasabah An-Nafs.” Jurnal ASFC, (2024).

Reza Dwi Wanda. Implementasi Muhasabah Diri dalam Pengembangan Motivasi Belajar Siswa. Skripsi, IAIN Jember, 2020.

Samsul Nizar. Filsafat Pendidikan Islam: Pendekatan Historis, Teoritis, dan Praktis. Jakarta: Ciputat Press, 2002.

Suyatno. “Pendidikan Nilai dan Refleksi Diri dalam Pembentukan Karakter Siswa.” Jurnal Pendidikan Karakter, Vol. 8, No. 2 (2018).

Tirmidzi. Sunan at-Tirmidzi, Kitab Sifat al-Qiyamah, No. 2459.

Zubaedi. Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2011.

M. Quraish Shihab. Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, 1996.

Downloads

Published

2026-03-26

How to Cite

Himawan, P. E., Berutu, D., & Purwanti, H. (2026). Refleksi Diri dan Muhasabah sebagai Fondasi Pendidikan Akhlak: Integrasi Manusia, Alam dan Tuhan dalam Perspektif Pendidikan Islam. JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 7(1), 80–88. https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v7i1.992

Citation Check

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.